Bupati Shabela Abubakar Usulkan Aceh Tengah Jadi Kota Pusaka

KOLOMBERITA.com, Takengon – Bupati Shabela Abubakar, mengaku telah mengusulkan Kabupaten Aceh Tengah menjadi kawasan kota pusaka.

Usulan tersebut didasarkan pada bukti sejarah yang menyatakan bahwa pada era agresi belanda kedua ditahun 1948, kawasan Aceh Tengah pernah menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia dibawah kepemimpinan Syafrudin Prawira Negara, yang mendapat mandat dari Presiden Soekarno yang saat itu sudah ditawan pihak Belanda di Jogjakarta.

“Syafrudin melakukan griliya hingga kekawasan Aceh Tengah dengan membawa satu perangkat radio yang akhirnya ditempatkan di kawasan Rimba Raya, hingga dari sanalah berkumandang siaran yang menyatakan bahwa Republik Indonesia masih ada,” ungkap Bupati Aceh Tengah  Shabela Abubakar dalam kegiatan diskusi Bersinergi Melawan Hoaks Demi Damai Di Bumi Pertiwi yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo, Sabtu (24/8/2019).

Kata Bupati, berdasarkan literatur sejarah tersebut, sudah sepatutnya Aceh Tengah ditetapkan menjadi kota pusaka, sebagai wujud pelestarian dan mengenang sejarah proses kemerdekaaan Bangsa Indonesia pasca agresi Belanda.

“Kita sudah lama mengajukan usulan itu kepada pemerintah pusat, kata Shabela Abubakar.

Sementara itu, Sekretaris Jendral Kementrian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti yang hadir dalam diskusi itu, mengapresiasi keinginan bupati Shabela tersebut. Bahkan Rosarita mengaku sebelum menjabat Sekjend Kemenkominfo sudah sering bolak balik ke Takengon dalam rangka upaya pendirian RRI di Dataran Tinggi Gayo sebagai wujud penghargaan dan pelestarian sejarah Radio Rimba Raya dimasa perjuangan kemerdekaan pasca agresi Belanda.

“Kita pada prinsipnya sangat mendukung usulan Bupati Aceh Tengah untuk menjadikan kawasan Aceh Tengah menjadi Kota Pusaka, namun semua tergantung pada Pemda setempat, jadi saya hanya bisa menunggu saja,” ujar Rosarita.

Sumber: anteroaceh.com

Mungkin Anda Menyukai