JK Minta BNPB Contoh Cara Pemerintah Tangani Tsunami Aceh

KOLOMBERITA.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri acara Asia Pacific Regional Conference on Localisation Aid di Gedung BNPB, Jakarta Timur. Dalam sambutannya Jusuf Kalla menyebut, penanganan bencana harus dilakukan secara terorganisir dengan sejumlah pihak terkait.

Jusuf Kalla bercerita pengalamannya menangani tsunami Aceh. Saat itu ia menjabat Wakil Presiden di Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Jusuf Kalla menyebut saat itu, seluruh kegiatan penanganan tsunami dipimpin langsung oleh wapres.

“Indonesia pada saat sebelum tsunami, penanganan bencana hanya terjadi dengan cara koordinasi dengan beberapa beberapa kementerian. Koordinasi dipimpin oleh wakil presiden,” kata Jusuf Kalla, Selasa (27/8).

Sukses penanganan bencana di Aceh tersebut membuat setiap penanganan bencana sebaiknya dilakukan dengan koordinasi baik lintas lembaga.

“Saat tsunami saya koordinir semua hal atau sebagaimana aturan, belajar dari situ kita bahwa bencana dapat diatasi secara ad hoc. Harus diatasi secara terorganisir dengan baik dengan persiapan baik, peralatan baik,” kata JK.

Wapres Jusuf Kalla menghadiri acara di Gedung BNPB. Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan

Jusuf Kalla mengatakan, saat ini BNPB memiliki kantor di sejumlah daerah Indonesia. Diharap dengan adanya kantor tersebut BNPB bisa melakukan koordinasi penanganan bencana dengan baik.ADVERTISEMENT

Ia mengatakan, selain BNPB masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana juga harus mempersiapkan diri sebelum bencana datang.

“Yang terpenting persiapan mitigasi bencana untuk masyarakat. Masyarakat yang terorganisir itu memang tidak mudah untuk mengubah caranya contohnya saja di Indonesia daerah ring of fire banyak, gempa banyak terjadi,” jelas Jusuf kalla.

Selain itu, Jusuf Kalla juga meminta seluruh personel mitigasi bencana untuk menggelar latihan penanganan kebencanaan rutin. Hal tersebut agar para personel siap ketika bencana tiba-tiba datang.

“Karena itu lah kita semua, dan juga Indonesia membuka diri untuk melakukan pelatihan-pelatihan. ita mempunyai pusat pelatihan di Bandung, Semarang, Gresik Jawa Timur, serta pusat-pusat logistik di berbagai tempat sehingga semua dapat mengatasi masalah masalah yang mungkin terjadi,” ujarnya. |kumparan.com

Mungkin Anda Menyukai