Mau Ikut Menikmati Hari Tanpa Bayangan, Dokter Sarankan Pakai Tabir Surya

KOLOMBERITA.com, Jakarta – Indonesia akan mengalami fenomena alam yang disebut hari tanpa bayangan. Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat yang akibatnya bayangan benda tegak akan terlihat ‘menghilang’, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

“Kulminasi atau transit atau istiwa’ adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama. Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit,” demikian disebut di website BMKG, Selasa (10/9/2019).

Fenomena ini akan terjadi di seluruh wilayah Indonesia, dimulai sejak 8 September di Sabang, Aceh, hingga 20 Oktober 2019 di Seba, NTT.

Saat fenomena alam ini terjadi, tentunya Matahari terletak di atas kepala kita yang membuat cuaca jadi sangat terik. Dokter spesialis kulit dan kelamin dari RS Surya Husada, Bali, dr Laskmi Duarsa, SpKK pun pernah menyarankan untuk menggunakan pelindung kulit.

“Pakai tabir surya, atau bisa pakai kaca mata hitam. Pakai juga baju lengan panjang atau topi. Kalau bisa topinya yang lebar biar lebih bagus menghalau sinar matahari,” sarannya.

Karena dapat membuat kulit terpapar sinar ultraviolet (UV) yang cukup tinggi, dr Laksmi lebih menganjurkan untuk tetap berada di dalam ruangan selama fenomena alam hari tanpa bayangan terjadi. Jika memang diharuskan berada di luar ruangan, sebaiknya gunakan sunblock dan juga pelembab untuk membuat kulit tetap lembab.

Selain itu, cuaca terik juga bisa membuat seseorang kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi. Maka dari itu sebaiknya penuhi asupan air dengan cukup.

“Kalau panasnya terik banget bisa dehidrasi. Jangan lupa minum air yang banyak, air putih ya,” anjurnya. | detik.com

Mungkin Anda Menyukai